sayangku,
engkau tak pernah tahu,
betapa aku teramat sayang
dan engkau tak pernah tahu
betapa aku teramat takut
kehilangan dirimu....
separuh umur kita berjalan beriring
separuh nafas kita berbagi
untuk kedua pelangi kita
mahkota matahari tidaklah cukup untukmu
selendang langit tidaklah pantas untukmu
karena engkau tercipta untukku
kau tidak saja belahan jiwaku
tetapi kau cahaya hidupku
tempat menyandar segala cerita
tempat menyandar segala suka
tempat menyandar segala cita
tempat menyandar segala derita
usiamu malam ini bertambah,
kau tak akan pernah tahu
aku merangkai kata yang tak
pernah kau baca
sebagamana ibuku
kau perempuan terindah
yang ada di lintas mataku
lintas hatiku,
selamat ulang tahun yang ke 34
sayangku....
--
suami, sahabat, dan juga
teman karibmu
Giant Sugianto
Menara Kebon Sirih, 21, februari 2008
Thu:11:17
engkau tak pernah tahu,
betapa aku teramat sayang
dan engkau tak pernah tahu
betapa aku teramat takut
kehilangan dirimu....
separuh umur kita berjalan beriring
separuh nafas kita berbagi
untuk kedua pelangi kita
mahkota matahari tidaklah cukup untukmu
selendang langit tidaklah pantas untukmu
karena engkau tercipta untukku
kau tidak saja belahan jiwaku
tetapi kau cahaya hidupku
tempat menyandar segala cerita
tempat menyandar segala suka
tempat menyandar segala cita
tempat menyandar segala derita
usiamu malam ini bertambah,
kau tak akan pernah tahu
aku merangkai kata yang tak
pernah kau baca
sebagamana ibuku
kau perempuan terindah
yang ada di lintas mataku
lintas hatiku,
selamat ulang tahun yang ke 34
sayangku....
--
suami, sahabat, dan juga
teman karibmu
Giant Sugianto
Menara Kebon Sirih, 21, februari 2008
Thu:11:17
Komentar
Tapi, mengapa tak kau biarkan ia membaca kata-kata yang kau rangkai dengan indahnya ini mas??
Pasti perempuan terindah itu akan sangat bahagia....:)
Vera
begitu bu, alasannya, hehehe....