Langsung ke konten utama

SEPOTONG KUE

Selimut malam menggigit tengkuk
Gemeretak gigi tak terkendali
Aliran darah tersendat – sendat
oleh dingin anginMu

Segelas susu, sepotong kue
Rasanya tak cukup
Menghangatkan badan ini
Dari rasa lapar dzikirMu

Ya, Wahid
Ya, Ahad
Ya, Shomad
Ya, Wadud
Ya, Bashir..

Engkau menyelimutiku
Bagai ibu dan bayi merah
Di lintas cakrawala
Tanpa ruang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHILAF

Sedikit khilaf tak mengapa Manusia tempatnya lupa Berbuat khilaf tak mengapa Manusia mahluk tak sempurna Khilaf bagai permakluman Atas kemanusiaan Dan Engkau tak pernah khilaf Mencipta surga neraka Menghitung pahala dosa Menetapkan takdirMu Atas keseimbangan semesta Karena Engkau Maha Detail Engkau Maha Fair Engkau Maha Dahsyat!